KONSEP DASAR PEMBELAJARAN TEMATIK

Published December 31, 2013 by mengasah keterampilan bahasa indonesia

uukurniawati

KONSEP DASAR PEMBELAJARAN TEMATIK

A. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK
Pembelajaran tematik berasal dari kata integrated teaching and learning atau integrated curriculum approach yang konsepnya telah lama dikemukakan oleh Jhon dewey sebagai usaha mengintegrasikan perkembangan dan pertumbuhan siswa dan kemampuan perkembangannya ( Beans, 1993 ; udin sa’ud dkk, 2006 ). Jacob (1993) memandang pembelajaran tematik sebagai suatu pendekatan kurikulum interdisipliner (integrated curriculum approach). Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran pembelajaran suatu proses untuk mengaitkan dan memadukan materi ajar dalam suatu mata pelajaran atau antar mata pelajaran dengan semua aspek perkembangan anak, serta kebutuhan dan tuntutan lingkungan social keluarga.
Definisi lain tentang pendekatan tematik adalah pendekatan holistic, yang mengkombinasikan aspek epistemology, social, psikologi, dan pendekatan pedagogic untuk mendidik anak, yaitu menghubungkan antara otak dan raga, antara pribadi dan pribadi, antara individu dan komunitas, dan antara domain-domain pengetahuan ( Udin Sa’ud dkk, 2006 )
Wolfinger ( 1994:133 ) mengemukakan dua istilah yang secara…

View original post 2,090 more words

TAJUK RENCANA

Published December 28, 2013 by mengasah keterampilan bahasa indonesia

Tajuk rencana adalah karangan pokok dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya. Tajuk rencana berbeda dengan berita. Biasanya berita disusun dari hasil reportase wartawan. Oleh karena itu, berita aktual biasanya diletakkan dihalaman depan atau disajikan sebagai head line (berita utama) surat kabar. Dalam tajuk rencana berita yang disampaikan sudah diberi ulasan. Oleh karena itu, tajuk rencana tidak diletakkan di halaman pertama, tetapi di halaman 2 atau 4.

Setiap paragraf dalam sebuah tajuk rencana mengandung gagasan pokok dan gagasan penjelas. Bahkan, ada juga paragraf yang seluruh kalimatnya merupakan gagasan utama. Gagasan pokok atau gagasan utama adalah kalimat yang menjadi inti atau isi pokok sebuah paragraf. Gagasan penjelas atau kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan gagasan utama.

Di dalam sebuah tajuk rencana terdapat pernyataan yang berupa fakta dan opini.

  1. Fakta adalah sesuatu yang benar-banar terjadi. Setiap orang akan memiliki kesamaan dalam pengamatan suatu fakta.
  2. Pendapat orang tidak sama dalam memandang sebuah masalah. Pendapat atau opini adalah perkiraan, pikiran, atau tanggapan tentang suatu hal (seperti orang atau peristiwa). Pendapat yang dikeluarkan selalu bergantung pada sudut pandang dan latar belakang yang dimiliki.

Perbedaan sudut pandang dan latar belakang yang dimiliki oleh penulis tajuk rencana menyebabkan adanya perbedaan dalam keberpihakan.

 

 

Sumber: Lestari Endang Dwi, dkk. 2005. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Klaten: PT Intan Pariwara.

 

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyimpulkan isi pidato.

Published December 28, 2013 by mengasah keterampilan bahasa indonesia
  1. Kesimpulan yang kamu buat harus memuat seluruh hal penting dari isi pidato.
  2. Kesimpulan yang kamu buat tidak menyimpang dari isi pidato yang kamu dengar.
  3. Kesimpulan itu bukan merupakan komentar atau tanggapan melainkan ringkasan isi pidato.
  4. Ungkapkanlah secara lisan isi pidato yang telah kamu dengar dengan kalimat yang menarik.

 

 

Sumber: Lestari Endang Dwi, dkk. 2005. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Klaten: PT Intan Pariwara.

PETUNJUK MEMULAI PIDATO

Published December 28, 2013 by mengasah keterampilan bahasa indonesia
  1. Mulailah setenang mungkin.
  2. Berpikirlah positif untuk mengilangkan rasa takut, grogi, dan gagap.
  3. Jangan memulai pidato dengan membaca dan terikat pada teks, tetapi bicaralah bebas, atau dengan cara menghafal.
  4. Jangan mulai dengan meminta maaf.
  5. Hindari kata-kata pembuka pidato dengan “kalau”, “andaikan”, dan “apabila”.
  6. Pandang sebentar hadirin, berkomunikasilah melalui pandangan mata.
  7. Usahakan menarik perhatian pendengar dan ciptakan kontak dengan mereka.
  8. Mulailah pidato dengan cara lain, tetapi menarik. Artinya, tidak usah selalu memulai dengan rumusan-rumusan umum yang selalu sama.
  9. Bernapaslah sedalam-dalamnya sebelum memulai bicara.
  10. Mulailah berbicara jika seluruh pendengar sudah tenang.
  11. Hindari berpidato dengan posisi seperti orang yang berbaris tegap atau jangan menundukkan kepala.
  12. Lakukan gerakan tangan dan ekspresi wajah.

 

 

Sumber: Lestari Endang Dwi, dkk. 2005. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Klaten: PT Intan Pariwara.

 

 

PERUBAHAN ATAU PERGESERAN MAKNA

Published December 28, 2013 by mengasah keterampilan bahasa indonesia

Macam-macam perubahan atau pergeseran makna kata dalam bahasa Indonesia sebagai berikut.

1. Makna meluas (generalisasi)

Yaitu apabila cakupan makna sekarang lebih luas daripada cakupan makna dahulu.

2. Makna menyempit (spesialisasi)

Yaitu makna sekarang lebih sempit daripada cakupan makna dahulu.

3. Makna sinestesia

Yaitu perubahan makna yang terjadi sebagai akibat pertukaran yanggapan antara dua indra yang berbeda.

4. Makna asosiasi

Yaitu perubahan makna yang terjadi karena adanya persamaan sifat.

5. Makna amelioratif

Yaitu proses perubahan makna yang menyatakan bahwa makna baru (sekarang) dirasakan lebih tinggi nilainya daripada makna dahulu.

6. Makna peyoratif

Yaitu proses perubahan makna yang menyatakan bahwa makna baru dirasakan lebih rendah nilainya daripada makna dahulu.

 

 

 

Sumber: Lestari Endang Dwi, dkk. 2005. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Klaten: PT Intan Pariwara.

 

PERBEDAAN PEMEO, PEPATAH, DAN PERUMPAMAAN

Published December 28, 2013 by mengasah keterampilan bahasa indonesia

Ciri-ciri kebahasaan yang paling mencolok adalah pemakaian peribahasa. Peribahasa adalah ungkapan kias yang terdiri dari pemeo, pepatah, dan perumpamaan.

1. Pemeo, berarti kalimat pendek yang digunakan sebagai semboyan atau penambah semangat.

Contoh:

  • Banyak bekerja, sedikit bicara.
  • Sekali merdeka, tetap merdeka.

2. Pepatah, berarti peribahasa yang mengandung nasihat atau anjuran dari orang tua.

Contoh:

  • Tong kosong nyaring bunyinya.
  • Besar pasak daripada tiang.

3. Perumpamaan, berarti peribahasa yang berupa perbandingan. Cirinya memakai kata-kata: umpama, aeperti, bak, bagai, laksana, dll.

Contoh:

  • Bagai bulan kesiangan.
  • Seperti telur di ujung tanduk.

Jadi, pemeo, pepatah, dan perumpamaan ini menjadi tanda khusus yang masih mudah dicantumkan di dalam novel-novel zaman Balai Pustaka. Sebaliknya, peribahasa tersebut mulai jarang digunakan dalam novel-novel zaman Pujangga Baru yang sudah dicap lebih modern.

Ada juga penggunaan kosakata yang bersifat arkais. Arkais jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari.

 

 

Sumber: Lestari Endang Dwi, dkk. 2005. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Klaten: PT Intan Pariwara.

PELUKISAN WATAK TOKOH CERITA SECARA TIDAK LANGSUNG

Published December 28, 2013 by mengasah keterampilan bahasa indonesia

 1. Deskripsi fisik

Melalui gambaran fisik, pengarang mencoba menghubungkan bentuk tubuh dengan watak seseorang. Misalnya, orang-orang yang bagian-bagian tubuhnya kasar dan jelek biasanya dianggap orang yang kasar atau berkelakuan buruk. Orang yang berwajah tampan, cantik dianggap sebagai orang berwatak baik dan sopan.

Dalam cerita rekaan tahun dua puluhan pada umumnya tokoh-tokoh yang berwatak baik adalah tokoh-tokoh yang bentuk tubuhnya gagah, tampan, cantik, dan menarik. Tokoh-tokoh yang berwatak buruk adalah tokoh-tokoh yang bentuk tubuhnya pun jelek.

 

2.       Deskripsi mimik dan sikap tubuh

Deskripsi mimik yaitu pernyataan atau perubahan gerak-gerik muka, mata, mulut, bibir, dan hidung. Selain pandangan mata, sentuhan dan belaian, perasaan dan watak seseorang dapat terbaca dari caranya ia duduk, berdiri, berjalan, ataupun bergerak.

 

3.      Ucapan-ucapan dan pikiran tokoh

Dari kata-kata yang diucapkan seorang tokoh, pembaca dapat mengetahui sifat, perasaan, pikiran, dan keinginannya.

 

4.      Deskripsi perbuatan

Metode ini merupakan cara yang paling efektif untuk menampilkan unsur-unsur karakter seorang tokoh. Rangkaian perbuatan dari waktu ke waktu, dari suatu tempat ke tempat lain, dari suatu kesempatan ke kesempatan lain secara bersama-sama akan menampilkan sesuatu kesimpulan tentang watak tokoh itu.

 

5.      Dialog

Karakter seorang tokoh dapat juga ditampilkan lewat percakapan-percakapan di antara sang tokoh dengan tokoh lain. Apa yang dikatakan seseorang dapat mengungkapkan siapa dia sebenarnya.

 

6.      Deskripsi mimik dan lingkungan

Segala sesuatu yang melingkupi hidup seseorang, misalnya pakaiannya, rumah kediamannya, kendaraan yang dimilikinya, kebiasaan-kebiasaan dan rekreasi-rekreasi yang dilakukannya, latar belakang keluarganya, kawan-kawan pergaulan, lingkungan sosial ekonomis yang dimasukinya dapat memberikan informasi yang cermat dan lengkap tentang watak orang itu.

Lingkungan hidup kekeluargaan dapat dipandang sebagai ekspresi watak. Rumah atau tempat tingal seseorang adalah perluasan dirinya sendiri.

 

7.      Nama tokoh

Identitas diri (nama) dapat menunjukkan jenis kelamin, suku atau bangsa, agama, status sosial, bentuk fisik, ataupun watak seseorang.

 

8.      Reaksi, ucapan, dan pendapatan tokoh lain

Macam-macam reaksi ini dapat timbul karena tokoh-tokoh lain melihat tingkah laku dan perbuatan sang tokoh atau mendengar percakapan sang tokoh dengan tokoh-tokoh lainnya dalam cerita.

 

 

Sumber: Lestari Endang Dwi, dkk. 2005. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Klaten: PT Intan Pariwara.

 

GHEOVANCHOFF

Menjadi sempurna itu mudah, dengan mengetahui kekurangan yang ada, dan menimalisir kesalahan yang di buat

SUAIDINMATH'S BLOG

Technology Based Education

Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Hadi Nugraha

just another me

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

badricenter.org

Semesra Embun

uukurniawati

A fine WordPress.com site

fentifs

A topnotch WordPress.com site

Ilmu Mania

sharing ilmu pengetahuan dan pembelajaran

Padepokan Kafil Yamin

Catatan-catatan tercecer seorang wartawan

Nopian46's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sejarah Bangsa Indonesia

satu detik yang telah berlalu adalah goresan sejarah kehidupan

Kamu Itu Beda

be yourself, everyone else already taken

Mindful Stew

Kentucky teacher Paul Barnwell simmers elements of digital technology, education, and purposeful living.

BERBAGI ILMU GRATIS

KUMPULAN ILMU DAN PENGETAHUAN YANG PASTI BERMANFAAT BUAT ORANG BANYAK

Untungmadani

Hidup Harus berart1

i don't drink coffee but cappuccino

segala catatan yang terjadi dalam kehidupan Billy Koesoemadinata